Jumat, 08 November 2013

Jenis - jenis organisasi sosial/komersial , bentuk kerjasama , konflik dan organisasi




 
A. Jenis - jenis organisasi sosial dan komersial


Perlu kita ketahui bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan untuk mencapai tujuan bersama , organisasi itu terdiri dari ketua wakil dsb dan memiliki keterikatan satu sama lain.


Organisasi Sosial berarti organisasi yang berkecimpung dalam bidang sosial yang bertujuan untuk mensejahterakan rakyat atau juga dibilang membantu masyarakat didalam bidangnya.

contohnya : RT, RW, Posyandu, Desa/Kelurahan, Karangtaruna , DLL

Organisasi Komersial adalah Organisasi dibentuk untuk tujuan mendapatkan keuntungan.
Contohnya:  organisasi niaga yang dibentuk untuk mendapatkan keuntungan dan meningkatkan kemakmuran organisasi tersebut beserta orang-orang yang terlibat di dalamnya.



B. Bentuk Bentuk kerjasama

Banyak jenis bentuk kerjasama dalam organisasi , yaitu diantaranya :

1. Kartel, yaitu  salah satu bentuk kerjasama antar perusahan yang bertujuan untuk meningkatkan keuntungan, memperkecil persaingan , dan memperluas atau menguasai pasar

2. Trust, yaitu pembaruan perusahaan yang dulu menjadi perusahaan baru , agar memperoleh keuntungan ,kekuasaan , dan monopoli dan ada juga Trust parelisasi adalah
gabungan badan usaha-badan usaha yang menghasilkan atau menjual barang sejenis maupun berlainan. Pada umumnya, trust bersifat merugikan konsumen, karena salah satu tujuan penggabungan tersebut adalah untuk mendapatkan kedudukan monopoli, sehingga akan mempengaruhi harga. Harga dalam pasar monopoli tidak terjadi atas keseimbangan antara penawaran dan permintaan namun ditentukan produsen sesuai dengan kemauan mereka sendiri

3. Holding company, yaitu salah satu penggabungan usaha dengan badan usaha yang lain dengan cara membeli saham atau sero dari beberapa badan usaha yang lain

4. Joint venture, yaitu salah satu kesatuan yang diantara kedua pihak atau lebih untuk menjalankan aktivitas ekonomi bersama untuk bertujuan membangun perusahaan aga lebih baik dan maju dari sebelumnya.


C. Konflik dan organisasi  

Konflik berasal dari kata kerja  configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.

Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam. perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Dengan dibawasertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik merupakan situasi yang wajar dalam dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.
Konflik bertentangan dengan Konflik dan Integrasi berjalan sebagai sebuah siklus di masyarakat. Konflik yang terkontrol akan menghasilkan integrasi. sebaliknya, integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan konflik.

> Macam-macam Konflik :
 
1. Dari segi fihak yang terlibat dalam konflik.
 
2. Dari segi ini konflik dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu :
 
  • Konflik individu dengan individu. Konflik semacam ini dapat terjadi antara individu pimpinan dengan individu pimpinan dari berbagai tingkatan. Individu pimpinan dengan individu karyawan maupun antara inbdividu karyawan dengan individu karyawan lainnya.
  •  Konflik individu dengan kelompok. Konflik semacam ini dapat terjadi antara individu pimpinan dengan kelompok ataupun antara individu karyawan dengan kempok pimpinan.
  •  Konflik kelompok dengan kelompok. Ini bisa terjadi antara kelompok pimpinan dengan kelompok karyawan, kelompok pimpinan dengan kelompok pimpinan yang lain dalam berbagai tingkatan maupun antara kelompok karyawan dengan kelompok karyawan yang lain.
 
1. Dari segi dampak yang timbul.
 
Dari segi dampak yang timbul, konflik dapat dibedakan menjadi dua, yaitu konflik fungsional dan konflik infungsional. Konflik dikatakan fungsional apabila dampaknya dapat memberi manfaat atau keuntungan bagi organisasi, sebaliknya disebut infungsional apabila dampaknya justru merugikan organisasi. Konflik dapat menjadi fungsional apabila dikelola dan dikendalikan dengan baik.
  
> Sebab-sebab Timbulnya Konflik
 
Faktor-faktor yang dapat menimbulkan adanya konflik dalam suatu organisasi antara lain adalah :
 
1. Berbagai sumber daya yang langka.
 
Karena sumber daya yang dimiliki organisasi terbatas / langka maka perlu dialokasikan. Dalam alokasi sumber daya tersebut suatu kelompok mungkin menerima kurang dari kelompok yang lain. Hal ini dapat menjadi sumber konflik.
 
2. Perbedaan dalam tujuan.
 
Dalam suatu organisasi biasanya terdiri dari atas berbagai macam bagian yang bisa mempunyai tujuan yang berbeda-beda. Perbedaan tujuan dari berbagai bagian ini kalau kurang adanya koordinasi dapat menimbulkan adanya konflik. Sebagai contoh : bagian penjualan mungkin ingin meningkatkan valume penjualan dengan memberikan persyaratan-persyaratan pembelian yang lunak, seperti kredit dengan bunga rendah, jangka waktu yang lebih lama, seleksi calon pembeli yang tidak terlalu ketat dan sebagainya. Upaya yang dilakukan oleh bagian penjualan semacam ini mungkin akan mengakibatkan peningkatan jumlah piutang dalam tingkat yang cukup tinggi. Apabila hal ini dipandang dari sudut keuangan, mungkin tidak dikehendaki karena akan memerlukan tambahan dana yang cukup besar.
 
3. Saling ketergantungan dalam menjalankan pekerjaan.
 
Organisasi merupakan gabungan dari berbagai bagian yang saling berinteraksi. Akibatnya kegiatan satu pihak mungkin dapat merugikan pihak lain. Dan ini merupakan sumber konflik pula. Sebagai contoh : bagian akademik telah membuat jadwal ujian beserta pengawanya, setapi bagian tata usaha terlambat menyampaikan surat pemberitahuan kepada para pengawas dan penguji sehingga mengakibatkan terganggunya pelaksanaan ujian.
 
4. Perbedaan dalam nilai atau persepsi.
 
Perbedaan dalam tujuan biasanya dibarengi dengan perbedaan dalam sikap, nilai dan persepsi yang bisa mengarah ke timbulnya konflik. Sebagai contoh : seorang pimpinan muda mungkin merasa tidak senang sewaktu diberi tugas-tugas rutin karena dianggap kurang menantang kreativitasnya untuk berkembang, sementara pimpinan yang lebih senior merasa bahwa tugas-t ugas rutin tersebut merupakan bagian dari pelatihan.
 
5. Sebab-sebab lainnya.
 
Selain sebab-sebab di atas, sebab-sebab lain yang mungkin dapat menimbulkan konflik dalam organisasi misalnya gaya seseorang dalam bekerja, ketidak jelasan organisasi dan masalah-masalah komunikasi.
 
  > Penanganan Konflik
 
Metode yang sering digunakan untuk menangani konflik adalah pertama dengan mengurangi konflik; kedua dengan menyelesaikan konflik. Untuk metode pengurangan konflik salah satu cara yang sering efektif adalah dengan mendinginkan persoalan terlebih dahulu (cooling thing down). Meskipun demikian cara semacam ini sebenarnya belum menyentuh persoalan yang sebenarnya. Cara lain adalah dengan membuat “musuh bersama”, sehingga para anggota di dalam kelompok tersebut bersatu untuk menghadapi “musuh” tersebut. Cara semacam ini sebenarnya juga hanya mengalihkan perhatian para anggota kelompok yang sedang mengalami konflik. Cara kedua dengan metode penyelesaian konflik. Cara yang ditempuh adalah dengan mendominasi atau menekan, berkompromi dan penyelesaian masalah secara integratif.
 
  •  Dominasi (Penekanan) 
Dominasi dan penekanan mempunyai persamaan makna, yaitu keduanya menekan konflik, dan bukan memecahkannya, dengan memaksanya “tenggelam” ke bawah permukaan dan mereka menciptakan situasi yang menang dan yang kalah. Pihak yang kalah biasanya terpaksa memberikan jalan kepada yang lebih tinggi kekuasaannya, menjadi kecewa dan dendam. Penekanan dan dominasi bisa dinyatakan dalam bentuk pemaksaan sampai dengan pengambilan keputusan dengan suara terbanyak (voting).
 
  •  Kompromi
Melalui kompromi mencoba menyelesaikan konflik dengan menemukan dasar yang di tengah dari dua pihak yang berkonflik ( win-win solution ). Cara ini lebih memperkecil kemungkinan untuk munculnya permusuhan yang terpendam dari dua belah pihak yang berkonflik, karena tidak ada yang merasa menang maupun kalah. Meskipun demikian, dipandang dari pertimbangan organisasi pemecahan ini bukanlah cara yang terbaik, karena tidak membuat penyelesaian yang terbaik pula bagi organisasi, hanya untuk menyenangkan kedua belah pihak yang saling bertentangan atau berkonflik
  •  Penyelesaian secara integratif
Dengan menyelesaikan konflik secara integratif, konflik antar kelompok diubah menjadi situasi pemecahan persoalan bersama yang bisa dipecahkan dengan bantuan tehnik-tehnik pemecahan masalah (problem solving). Pihak-pihak yang bertentangan bersama-sama mencoba memecahkan masalahnya,dan bukan hanya mencoba menekan konflik atau berkompromi. Meskipun hal ini merupakan cara yang terbaik bagi organisasi, dalam prakteknya sering sulit tercapai secara memuaskan karena kurang adanya kemauan yang sunguh-sungguh dan jujur untuk memecahkan persoalan yang menimbulkan persoalan.
 
 
Sumber :


 

Kamis, 10 Oktober 2013

DEFINISI ORGANISASI

 

 

  • Definisi Organisasi Umum


Organisasi adalah suatu kumpulan atau kelompok beberapa orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi. Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya karena memberikan kontribusi.
  • Definisi Organisasi Menurut 3 Orang Ahli

-Prof. Dr. Mr Pradjudi Armosudiro mengatakanorganisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu.
 
-James D Mooney berpendapat bahwa Organization is the form of every human, association for the assignment of common purpose atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian suatu tujuan bersama.
 
-Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
 
 

 
 
 

CIRI-CIRI DAN UNSUR ORGANISASI

Ciri-Ciri Organisasi 
 

> Secara Umum  :
 
  • Adanya komponen ( atasan dan bawahan)
  • Adanya kerja sama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang
  • Adanya tujuan
  • Adanya sasaran
  • Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati
  • Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas

> Menurut Berelson dan Steiner(1964:55) sebuah organisasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  
1. Formalitas, merupakan ciri organisasi sosial yang menunjuk kepada adanya perumusan tertulis daripada peratutan-peraturan, ketetapan-ketetapan, prosedur, kebijaksanaan, tujuan, strategi, dan seterusnya.
 
2. Hierarkhi, merupakan ciri organisasi yang menunjuk pada adanya suatu pola kekuasaan dan wewenang yang berbentuk piramida, artinya ada orang-orang tertentu yang memiliki kedudukan dan kekuasaan serta wewenang yang lebih tinggi daripada anggota biasa pada organisasi tersebut.
 
3. Besarnya dan Kompleksnya, dalam hal ini pada umumnya organisasi sosial memiliki banyak anggota sehingga hubungan sosial antar anggota adalah tidak langsung (impersonal), gejala ini biasanya dikenal dengan gejala “birokrasi”.
 
4. Lamanya (duration), menunjuk pada diri bahwa eksistensi suatu organisasi lebih lama daripada keanggotaan orang-orang dalam organisasi itu.

 

Unsur-Unsur Organisasi

 
>Secara umum :
1. Manusia (Man).
2. Kerjasama.
3. Tujuan Bersama.
4. Peralatan (Equipment).
5. Lingkungan.
6. Kekayaan alam.
7. Kerangka/Konstruksi mental
 
>Secara garis besar organisasi mempunyai tiga unsur yaitu :
 1. Manusia.
2. Kerjasama.
3. Tujuan bersama-sama.
 
Dari ketiga unsur tersebut saling terkait dan mempunyai satu kesatuan dari berbagai macam teori organisasi yang di kemukakan oleh para ahli tidak ada satu pun yang memiliki kebenaran mutlak dan antara teori organisasi yang satu dengan yang lain saling melengkapi.
  
>Setiap bentuk organisasi akan mempunyai unsur-unsur tertentu, yang antara lain sebagai berikut:
 
• Sebagai wadah atau tempat untuk bekerja sama.
• Proses kerja sama sedikitnya antara dua orang
• Jelas tugas dan kedudukannya masing-masing
• Ada tujuan tertentu
 
> Secara ringkas unsur-unsur organisasi yang paling dasar adalah :
  • Harus ada wadah atau tempatnya untuk bekerja sama.
  • Harus ada orang-orang yang bekerja sama
  • Kedudukan dan tugas masing-masing orang harus jelas.
  • Harus ada tujuan bersama yang mau dicapai.
 
 
Sumber:
- Organisasi perilaku, struktur, proses, Jane Gibson Ahli bahasa oleh adriani, Binarupa aksara 1977.
- Perilaku organisasi, Sentot Imam Wahyono, Graha ilmu, 2010.

 
 

MACAM-MACAM BENTUK BAGAN DALAM ORGANISASI

Dalam setiap keorganisasian terdapat sebuah struktur atau bagan yang penting dalam sebuah penyusunan jabatan atau kepengurusan, berikut adalah jenisnya :
 
a) Bagan Horizontal.
Dikatakan sebagai bagan horizontal karena bagan ini menuliskan tingkatan jabatannya kesamping.
 
 
 
 
b) Bagan Vertikal.
Bagan struktur ini adalah kebalikan dari bagan horizontal yang menyamping, tetapi bagan ini meluas kebawah. Semakin banyak jabatan dalam perusahaan maka struktur bagan ini akan semakin meluas ke bawah seperti contoh gambar bagan di bawah ini.



 

c) Bagan Piramid

Bagan ini adalah bagan yang paling mudah dibuat dari bentuk-bentuk bagan yang lain. Karena pada bagan ini berbentuk piramid, dimana urutan jabatan yang paling tertinggi di bagian yang paling atas (TOP). Dan yang jabatannya tidak terlalu rendah, diletakkan di bagian tengan bagan (middle). Dan jabatan yang papling rendah, di letakkan pada bagan yang paling bawah pula (low).

 

d) Bagan Lingkaran.
Bagan ini jarang sekali kita jumpai dalam pembentukan bagan struktur yang biasanya. Bagan ini berbentuk lingkaran, dimana setiap jabatan dengan jabatan lainnya itu membentuk sebuah lingkaran. Dan semakin banyak jabatan terbuat, maka semakin besar pula diameter pada bagan ini.



 
 
 

 Dan di bawah ini terdapat jenis bagan organisasi yang lainnya :
  • Struktur organisasi Fungsional berbentuk Piramidal

 

  • Struktur organisasi Matrix

 

  • Struktur organisasi sirkular

 
 

  • Struktur organisasi berstaf berbentuk Piramidal
 

  • Struktur organisasi Garis berbentuk Piramidal


 
 
Sumber:
http://klan18.blogspot.com/2012/10/macam-macam-bentuk-bagan-dalam.html







Jumat, 09 November 2012

Lapisan Sosial dan Kesamaan Derajat Warga Negara

Pelapisan sosial atau stratifikasi sosial (social stratification) adalah pembedaan atau pengelompokan para anggota masyarakat secara vertikal (bertingkat/berkelas).  Adanya lapisan-lapisan di dalam masyarakat tersebut menjadi suatu pemisah pada tingkatan tinggi dan rendah dalam masyarakat,  lapisan tersebut disebut  Strata Sosial

Faktor-Faktor terjadinnya pelapisan sosial
1.    Kaya dan Miskin
Dua kata yang tidak asing lagi untuk kita merupakan salah satu faktor terjadinnya pelapisan sosial. Banyaknya materi dalam berkehidupan sosial merupakan salah satu tolak ukur tingginya strata sosial pada masa sekarang, semakin banyak harta benda yang dimiliki semakin tinggi status sosial yang dimiliki orang tersebut. Selain dari materi faktor yang mempengaruhi yaitu life style meliputi cara berpakaian, berbelanja,dll. Sehingga orang-orang yang tidak mempunyai kekayaan akan digolongkan ke dalam lapisan strata yang rendah dalam bermasyarakat.
2.    Kekuasaan, wewenang (jabatan)
Seseorang yang mempunyai kekuasaan atau wewenang paling besar akan menempati lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial dalam masyarakat yang terkait. Kekuasaan tersebut sangat besar kaitannya dengan kekayaan karna realita yang terjadi bahwa setiap seseorang yang mempunyai kekuasaan mereka pasti adalah seseorang yang kaya dan kekuasaan itu sendiri dapat mendatangkan kekayaan kepada orang tersebut.
3.    Kehormatan
Ukuran kehormatan dalam strata sosial erat juga hubungannya dari ukuran-ukuran kekayaan atau kekuasaan. Tetapi juga orang-orang yang disegani atau dihormati akan menempati lapisan atas dari sistem pelapisan sosial masyarakatnya. Ukuran kehormatan ini biasanya dapat di jumpai dalam kehidupan masyarakat pedesaan (tradisional).
4.    Pendidikan dan Ilmu pengetahuan
Ukuran ini biasanya dilihat dari tingginya tingkat gelar pendidikan dan ilmu pengetahuan seseorang tersebut dalam strata kehidupan lingkungan tersebut, Jadi semakin tinggi ilmu pengetahuan seseorang pasti akan tinggi juga gelar pendidikkan tersebut faktor tersebut yang membuat seseorang yang mempunyai kriteria diatas akan lebih disegani dan dihormati dalam strata kehidupan bersosial masyarakat.


Proses terjadinya pelapisan sosial.
1.     Terjadi dengan sendirinya
Proses pelapisan ini terjadi/terbentuk dengan sendirinya atau alamiah dalam kehidupan strata sosial tersebut, biasanya sudah turun temurun atau sudah terbentuk sistem dalam siklus pertumbuhan masyarakat tersebut.
2.     Terjadi dengan sengaja
Proses pelapisan ini disusun atau terbentuk sengaja untuk tujuan tertentu atau keputusan bersama demi mencapai suatu tujuan bersama dalam strata masyarakat tersebut. . Di dalam sistem pelapisan ini ditentukan secara jelas dan tegas adanya wewenang dan kekuasaan yang diberikan kepada seseorang.


Kesamaan Derajat

kesamaan derajat adalah suatu  hal tentang hak dan kewajiban sebagai warga Negara yang telah diatur oleh Negara tersebut.Kesamaan derajat disini meliputi, kebebasan berpendapat, hak dalam berkehidupan secara adil dalam berkihidupan masyarakat, mendapatkan pendidikan.
Sehingga menurut saya dapat disimpulkan bahwa semua golongan/strata kehidupan sosial itu mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam menjalankan kehidupan berbangsa maupaun bernegara. Itu sesuai dalam UUD 1945 dalam pasal 27,28,29,dan 31.



Referensi  :
http://id.wikipedia.org/wiki/Stratifikasi_sosial
http://yanezzcihuy.wordpress.com/2010/10/23/terjadinya-pelapisan-      sosial/

http://ajasapa.blogspot.com/2010/11/pelapisan-sosial-dan-kesamaan-derajat.html
UUD 1945 Amandemen.